Identifikasi Kawasan Berbasis Komunitas untuk Penataan Kawasan Desa Batik

IDENTIFIKASI KAWASAN BERBASIS KOMUNITAS

UNTUK PENATAAN KAWASAN DESA BATIK

WUKIRSARI, IMOGIRI, BANTUL

 

 RINGKASAN[1]

 

Penelitian ini adalah tentang  identifikasi lingkungan yang dilakukan di Dusun Girilaya, Wukirsari. Kegiatan identifikasi ini sangat penting dan hasilnya akan digunakan untuk menyusun  arahan rancangan yang sangat dibutuhkan sebagai pedoman  untuk penataan kawasan, bangunan dan lingkungannya. Adanya arahan rancangan akan memberi manfaat untuk mengontrol perkembangan yang dimungkinkan akan pesat karena majunya industri batik dan meningkatnya kunjungan wisatawan ke dusun ini. .

Pelaksanaan penelitian melibatkan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam proses kegiatan identifikasi.  Pelibatan masyarakat secara aktif penting karena masyarakatlah yang paling tahu keadaan lingkungannya.

Penelitian dilakukan dalam tiga tahap kegiatan, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap penyusunan laporan. Pada tahap persiapan tim peneliti melakukan  orientasi lokasi dan pengamatan awal bersama informan lokal dengan metoda Rural Rapid Appraisal (RRA).  Selanjutnya pada tahap pelaksanaan semua sesi kegiatan  menggunakan metoda Participatory Rural Appraisal (PRA), yang melibatkan masyarakat secara aktif. Pada tahap ini kegiatan identifikasi dilakukan dalam lingkup RT dan dilakukan oleh Pokja RT mewakili masyarakat. Pada tahap penyusunan laporan, metoda yang digunakan adalah deskriptif-qualitatif.

Hasil penelitian adalah ditemukan potensi, peluang, masalah, dan ancaman lingkungan Dusun Girilaya.

 

SUMMARY

 

The research is about identifying Dusun Girilaya’s environmental condition. It is important step for preparing design guidelines which is needed as a guidance to develop region, buildings and the environment. The guidelines is very useful to control the development of the village that is predicted grow fastly because of batik and the increasing number of visitors.

The research will actively engage community in searching information. The community engagement is very important as the community know best about the village.

 

There are 3 steps in  the research process. The first step is research preparation. In this step, together with local person, researchers visit the location to get some general information using Rural Rapid Appraisal (RRA) Method. The next step is identification activities. This step uses Participatory Rural Appraisal (PRA) Method in which community is actively engage. The last step is research report. It applies descriptive-qualitative method explaining the research process and result.

The outcomes are Dusun Girilaya’s strengths, opportunities, problems, and threats.

 

(Laporan Penelitian koleksi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Perpustakaan Akademi Teknik YKPN)

 

 

 

 

 

[1] Tim Peneliti Dwi Wahjoeni Soesilo Wati, Titi Handayani, Adibowo

Akademi Teknik YKPN. Jl. Gagak Rimang 1. Balapan. Yogyakarta

 

Administrator

Ditulis oleh administrator web http://atykpn.ac.id/

Web: http://atykpn.ac.id/

Tentang Kampus

Arsitektur YKPN (Yayasan Keluarga Pahlawan Negara)

Head Office

  • Jl. Gagak Rimang No.1 Balapan, Yogyakarta 55222

    Phone : 0274-587469; Fax. 0274-540337

    Email : atykpn@yahoo.com